Perbedaan Status Gizi Santri Putri Yang Telah Mengalami Menarche Dan Belum Menarche Di Pondok Pesantren Putri Hamalatul Quran Putri Kediri

Main Article Content

Lusyta Puri Ardhiyanti
Hidayatun Nufus

Abstract

Menarche atau menstruasi pertama adalah tanda anak perempuan Anda berada di masa remaja menuju dewasa.  Usia remaja putri pada waktu mengalami menarche berbeda-beda, sebab hal itu tergantung kepada faktor genetik (keturunan), bentuk tubuh, serta gizi seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis bahwa ada perbedaan status gizi dari santri pondok pesantren hamalatul quran putri  yang telah mengalami menarche dan belum menarche di pondok pesantren hamalatul quran putri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis cross sectional dengan pengambilan sampel acak sederhana. Target populasi adalah semua santri pondok pesantren hamalatul quran putri  , sebanyak 54 siswa. Jumlah sampel 42 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tertutup untuk mengetahui data tentang terjadinya menarche dan untuk mengetahui tentang status gizi dengan mengukur tinggi dan berat badan untuk semua subyek penelitian dengan menggunakan prosedur standar. Status gizi dihitung sebagai BMI [BB (kg) / TB (m2)] dan dibandingkan dengan nilai persentil. Setelah data dikumpulkan, ditabulasi dan diuji dengan menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan status gizi dari santri pondok pesantren hamalatul quran putri  yang telah mengalami menarche dan belum menarche di pondok pesantren hamalatul quran putri . (Z hitung > Z tabel yaitu  9,4 > 1,96). Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak pondok pesantren untuk meningkatkan status gizi yang berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi santri mereka

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ardhiyanti, L. P. ., & Nufus, H. . (2022). Perbedaan Status Gizi Santri Putri Yang Telah Mengalami Menarche Dan Belum Menarche Di Pondok Pesantren Putri Hamalatul Quran Putri Kediri. Hamalatul Qur’an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur’an, 2(2), 65-72. https://doi.org/10.37985/hq.v2i2.24
Section
Articles

References

Ajzen, I, (2006), ‘Constructing a TPB Questionnaire : Conceptual and Methodilogical Consoderations.’

Anwar, M., Baziar, A. and Prabowo, P, (2011), ‘ Ilmu Kandungan’. 3rd edn. Jakarta: PT.

Arousell, J. and Carlbom, A, (2016), ‘Culture and religious beliefs in relation to reproductive health’, Best Practice and Research: Clinical Obstetrics and Gynaecology. Elsevier Ltd, 32, pp. 77–87.

Azwar, S, (2008), ‘Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya’. Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka

Bimo, W, (2003), ‘ Pengantar Psikologi Umum’. Yogyakarta: ANDI.

Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Boyke, (2010), It’s All About Sex, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta

Crichton, J et al, (2012), ‘Mother–daughter communication about sexual maturation, abstinence and unintended pregnancy: Experiences from an informal settlement in Nairobi, Kenya’, Journal of Adolescence, Volume 35, Issue 1.

Croyle, R. T, (2005), ‘theory At A Galance Glance A guide For Health Promotion Practice (Second Editiom)’. United States : National Cancer Institute.

Dávila, S. P. E. et al, (2017), ‘Mexican Adolescents’ Self-Reports of Parental Monitoring and Sexual Communication for Prevention of Sexual Risk Behavior’, Journal of Pediatric Nursing. Elsevier Inc., 35, pp. 83–89. doi: 10.1016/j.pedn.2017.03.007.

Dewi, H.E., (2012), Memahami Perkembangan Fisik Remaja, Penerbit Gosyen, Yogyakarta

Effendy, O. U, (2003), ‘Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik’. Bandung: Remaja

Ekasari, F, (2007), ‘Pola Komunikasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi Antara Ayah dan Remaja’, jurnal kesehatan masyarakat nasional, 2.

Imron, A, (2012), ‘Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja’. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Istiqomah, N, (2010), ‘Faktor yang mempengaruhi kepatuhan melakukan pemantauan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan teori planned behavior’, Universitas Airlangga.

KEMENKES, (2014), ‘PP No. 61 Th 2014 ttg Kesehatan Reproduksi’.

KEMENKES, (2015), ‘Usaha Kesehatan Sekolah’, <http://www.indonesian- publichealth.com/usaha-kesehatan-sekolah-uks/>.

Kumalasari, I. and Andhyantoro, I, (2012), ‘Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan’, Jakarta: Salemba Medika.

Kusminar, E, (2012), ‘Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita’. Jakarta: Salemba

Mahfina, L., Rohmah, E. Y. and Widyaningrum, R, (2009), ‘ Remaja dan Kesehatan Reproduksi’, Yogyakarta: STAIN Ponorogo Press.

Manuaba, I.A.C., Ida, B.G.F.M., dan Ida, B.G.M, (2009), Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Medika.

Miswanto, (2014), ‘Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Pada Remaja’, Jurnal Studi Pemuda, 2.

Negara, M. O, (2005), ‘Mengurangi persoalan kehidupan seksual dan reproduksi perempuan dalam jurnal perempuan’, yayasan jurnal perempuan, p. 9.

Notoatmodjo, (2007), ‘Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku’, Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S, (2010), ‘Metodologi Penelitian Kesehatan’, Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmojo, S, (2007),

Notoatmodjo, S., (2007), Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Remaja, Penerbit Rineka Cipta, Yogyakarta

Nurhidayah, Y, (2011), ‘Pengaruh Komunikasi Orangtua Tentang Kesehatan Reproduksi dan Penanaman Nilai - Nilai Religiusitas Terhadap Perilaku Seksual Remaja.’, 12.

Nursalam, (2016), ‘Metodologi Penelitian Ilmu Kesehatan’, Jakarta Selatan: Penerbit

Paloma et al, (2017), ‘Mexican Adolescents' Self-Reports of Parental Monitoring and Sexual Communication for Prevention of Sexual Risk Behavior’, Journal of Pediatric Nursing, Volume 35.

Pelajar Offset.

Pertiwi, kartika R. and Salirawati, D, (2014), ‘Pengetahuan Dan Persepsi Mahasiswa Tentang Kesehatan Reproduksi dan Perasalahannya’, Jurnal Penelitian Humaniora, 19, pp. 104–115.

Putri, S, (2016), ‘Pentingnya Remaja Menjaga Kesehatan Reproduksi’. http://skata.info/article/detail/91/Pentingnya-Remaja-Menjaga-Kesehatan- Reproduksi.

Rahman, M. et al, (2017), ‘Women’s Television Watching and Reproductive Health Behavior in Bangladesh’, SSM - Population Health. Elsevier, 3(January 2016), pp. 525–533.

Rosdakarya.

Salemba Medika.

Swain, Carolyne, (2006), ‘The influence of individual characteristics and contraceptive beliefs on parent-teen sexual communications: A structural model’, Journal of Adolescent Health, Volume 38, Issue 6.

Were, M (2007), ‘Determinants of teenage pregnancies: The case of Busia District in Kenya’, Kenya Institute for Public Policy Research and Analysis.

Wicaksono, P., (2015), Persepsi Siswa Terhadap pelaksanaan Pendidikan Seksual Di SMA Ibu Kartini Semarang Tahun Ajaran 2014/2015, Skripsi, Jurusan Bimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Semarang

Widyastuti, Y., Anita, R., dan Yuliasti, E.P., (2009), Kesehatan Reproduksi, Penerbit Fitramaya, Yogyakarta

Wulanda, A.F., (2011), Biologi Reproduksi, Penerbit Salemba Medika, Jakarta